Langsung ke konten utama

Kegelapan Sang Butir Sahaya dalam Relung

Hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi akhir-akhir ini membuat kita untuk selalu mewaspadainya. Angin yang datang dengan tiba-tiba membuat beberapa pohon pun tumbang tak disangka. Bahkan petir yang Mak SLAP juga menimbulkan api menyala berkobar di salah satu trafo. Beruntung sang pemberi selamat memberikan kita tetap terhindar dari mara bahaya tersebut.

Tidak hanya hal diatas yang tidak bisa kita sangka dan nyana, tiang listrik yang berdiri kokoh di jalan Nasional sekitar Kabupaten Gunung Kidul juga tumbang sesaat derasnya air menguyur wilayah area perhutanan Patuk. Sang pengemudi motor yang tertimpa bersyukur masih diberi amanah sehat walau terdapat sedikit gangguan pada tubuh.

Pagi hari tatkala bangun dari tidur, pandangan sudah begitu cerah. Kegelapan sirna dikala matahari memancarkan sinar yang menghangatkan pagi itu. Aktifitas seorang pekerja, dengan rasa gegap gembita menyambutnya cahaya dari ufuk timur yang perlahan berjalan memutari rotari bumi bulat atau datar yang selalu menjadi perdebatan tahun lalu.

Jarum jam perlahan berdetak, berjalan memutar. Awan mendung gelap di siang bolong membuat para ibu-ibu menuju tempat jemuran baju yang tak kunjung kering. Popok balita yang semakin menipis membuat akal berputar supaya sang bayi tetap bisa memakai celana bersih tanpa noda air yang ia keluarkan.

Sang petani memetik, memanen dan nyeblakke batang-batang dengan gigih berpacu awan hitam yang mengerikan diatas sang ubun-ubun. Bagaikan langkah sang hamba yang harus menjalankan roda-roda dengan bayangan awan hitam menerpa dirinya atas sebuah bubuhan coretan tinta hitam. 

Hati berprasangka atas tidak mampunya sang petani menjemur padi yang telah ia runtuhkan dari dahan-dahan Damen yang semakin mengering. Awan hitam mengesokkan air dari atas Mak pyar membasahi gabah padi, lantas sang sinar yang ia tunggu tak kunjung mendatangi siang itu. Akar-akar kecil dan semakin banyak dalam satu butir padi, ke tak berdayanya sang petani berprasangka atas apa yang telah ia kerjakan.

Bayang-bayang awan hitam selalu muncul dalam roda-roda, sawah kecil ia kembalikan kepada sang haya. Prasangka kegelapan dari berbagai ufuk mengalahkan logika. Bebas merdeka dan Salam Bahagia membawanya kepada langkah kecil berjalan ke ufuk barat dengan petunjuk Sang Maha Esa.


Postingan populer dari blog ini

Bermain di Saat Usia Tak Muda Lagi

sejukkan hati, pikiran, keyakinan dan kenyataan Disaat era digital informasi dengan cepat akan tersebar luas dan disinilah peran manusia untuk mengendalikan sisi baik akan arus digital tersebut. Coba bayangkan, "jal bayangke disik ojo dilanjutkan membacanya, inget jangan buru buru lanjut baca" , wis rung? Nek uwis gek kathok'an ro klamben yaa, anduk'an ampun kesupen njeh . Siapa yang dulunya tahu bukit yang ditambang masyarakat bakal menjadi tujuan wisata diwilayah Prambanan. Coba tebak? Apa namanya tempat itu? Yak, betul anda benar. Loh, padahal sik lagi mbaca iki blm jawab silak kesusu lanjutin . Ngaku wae.... Tak hanya itu saja, namun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ini begitu banyak tempat wisata yang dulunya tersembunyi namun bisa begitu mudah dikenal dengan cepat oleh anak muda dan keluarga, hal tersebut tak lepas atas dukungan era digital. Sik maune tuku cilok ndadak ke warung, sekarang tingal pencet sudah  nyeprot. Hahahaaa... Disaat berkunjung...

Kembali Menulis Dikala Ramadhan 2024

Perenungan hebat dibalik ruang yang gelap hari ini. Pagi ini adalah hari Jum'at dan tepat hari ini adalah hari Jum'at sebelum memasuki moment Ramadhan ditahun 2024. Tak terasa lagi Minggu depan sudah memasuki awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan dan penuh Maghfiroh. Harapan besar umat Muslim adalah bertemu dari awal dan sampai akhir bulan Ramadhan, namun yang tak kalah penting adalah bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengumpulkan ibadah-ibadah Sunnah ataupun wajib. Sudah sekian lama jari ini tidak menuliskan sebuah moment-moment, semangat itu luntur lantaran file sebuah perjalanan dipedalaman Kalimantan hilang tidak bisa dikembalikan. Namun, pada hari ini harapan besar itu muncul supaya dapat menari kembali jari jari ini dengan sebuah catatan. Catatan yang mungkin tidak berguna untuk semua.  Melihat sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, maka dengan Bismillahirrahmanirrahim mari kita catatkan moment-moment dibulan Ramadhan 2024 ini. Sebelum memas...

Pa, Aku Demam Besok Sekolah Ya...

Malam ini sepulang dari berjelajah Jogja saya memberi makan kambing yang sudah berteriak karena masih kelaparan. Satu karung rumput habis dilahap oleh sepuluh ekor kambing didalam kandang.  Selesainya bergegas bersih bersih badan dan ternyata si bocil masih belum tidur. Jam sudah menunjukkan  pukul sembilan malam, si bocil ngumpet didalam selimut tanpa kelihatan sehelai rambut pun. Dalam hati pasti ngajak becanda ini bocil. Mencoba menanggapi becandaan bocil dengan saya bicara, ma zaki dimana ma? Kok gak ada? Baru main sama karin, ira atau papan ma? Tak cari dia kerumahnya ya...  Suara kecil muncul dari balik selimut itu, dan dibuka lah selimut dari tubuhnya sambil menutupi keningnya.  Terlihat warna putih tidak dapat di tutup oleh tangan kecilnya. Ya, masih kelihatan. Pa.... Aku panas, lantas ku dekati tidurnya sambil memijat kaki perlahan. Saya sendiri biasa kalau demam rasanya kaki pegal dan perlu pijatan.  Sambil ku pijat dan elus kepala, bocil c...