Langsung ke konten utama

Semuntai Tapang Aceh dan Perbukitan Sawit


Pagi itu hujan gerimis membayangi kegalauan kami satu tim. Lepas waktu subuh dikala team maasih terlelap tidur pak kaur umum sudah ngeslah motor GL cepek kesayangannya. Suara blud blud blud knalpot yang khas itu membangunkan ku dibawah gelapnya ruang tengah.
Tanah kuning yang licin terkena tangisan bumi pagi itu tak menyurutkan beliau untuk berkeliling kampung untuk mencari mobil yang mampu menghantarkan kami meninggalkan desa tersebut.
Sekitar pukul lima tiga puluh beliau pun sampai rumah dengan muka yang tampak lelah dan pucet. Perjuangan pagi itu pun tak membuahkan hasil karena harga kulat hari itu baru tinggi dan seluruh mobil untuk mengangkut kulat kulat warga.
Pikiran sedikit cuntel kami dan bapak, telfonlah pak ganteng Andi untuk membantu mencarikan strada, selang beberapa jam sedikit ada titik terang bahwa ada mobil tapi nanti habis Dhuhur setelah angkut kayu miliknya.
Suasana sedikit terurai setelah ibu membuat kopi,  lanting dan kabar tersebut. Tak kalah nikmatnya temen temen pun bernafas lega dan akhirnya bisa makan pagi dengan nasi merah kampung dan ayam sisa pesta perpisahan semalam. Maklum sedari pagi do ra doyan makan mergo kepikiran rung entuk mobil. Tapi ketua team tetap belum bisa makan, cuma ngopi ngopi dan ngasap.
Dua mobil strada pun menghampiri kami untuk negosiasi harga dan lokasi kami daaaann ternyata nangis lagi, harga tinggi dan rute pun belum tau. Alhasil gagal maning gagal maning sooonn...
Mau gak mau memang hari itu kami musti pindah kecamatan dan sinyal pun tak ada ketika mau menghubungi mobil yang ada di tapang Aceh. Disana ada satu mobil yang siap antar kita tapi cuma mampu jemput dari atas tanjakan maut.
Tak mau membuang waktu akhirnya pak ganteng Andi naik menuju tapang aceh dg kondisi yang harus berpayah karena jalannya jahat. Lobi lobi lobi pun akhirnya mau turun dan jemput kami.
Legoooo caaahhh
Kumandang adzan dzuhur sudah terdengar dikampung yang mayoritas muslim itu, hati sedikit galau lantaran menunggu terlalu lama sedang perjalanan membutuhkan waktu enam jam'an..
Pak andipun ngecek lagi keatas dan ternyata mobil mlesek di bawah tanjakan maut...
Lepas pukul 13.30 kami pun berangakat dengan sedikit haru harus meninggalkan bapak ibu dan keluarga yang sudah menampung kami sebulan. Pagi siang malam selalu masakin kami disamping beliau harus ke ladang noreh.
Perjalanan sedikit tegang ketika menaiki tanjakan maut,  hendri muka pucet tak mau lihat jurang yang begitu dalam, jalanan tanjakan tidak data dan sempit., sesampai atas horeeeeee seneng e ngadubilahi selamat selamat cah hendri sido rabi hahahaa
Tikungan samping rumah pak liong kami sapa beliau pak kadus yg sudah umur dada da daaa kami pamit pak "sambil mobil melaju"...
Mobil sempat berhenti di sebelah selatan rumah pak liong ambil terpal karena mendung mengintai, ternyata anak sopir mobil yang masih kecil mau ikut gak mau ditinggal dan nangis njerit njerit.. Sang istri yang baru hamil nampak kualahan menghalau anak tersebut... Daaann akhirnya jalan lagi ngeeeeeengghhh
Melaju sekitar 300 meter di depan rumah dinas guru SD Tapang aceh terlihat buguru kelas 5 baru didepan ngajari anak e pakai leptop dan tangan melambbai buuu guruuu kami pamiiiiiiiitttttt......
Rombongan babi wira wiri dijalanan membuat laju mobil sedikit mempelankan perjalanan, jendul jendul babi kecil mlayu terbirit birit ngoyak ibune

Naik turun bukit, jembatan kayu medeni dan tikungan tajam pun dilewati dengan mulus disertai hati ketir ketir.  Memutari bukit Kujau yang tampak gagah siang itu adalah hiburan tersendiri...
Sempat berhenti sejenak, sopir menyapa warga kalau mau ke desa depan  dan laju mobil kencang nglodek nglodek, uniknya si hendri kok yo isoh turu nang bak strada belakang yg penuh barang.
Perut ku yo kroso mual dan tak tututi turu sambil dalam perjalanan dzikir ra mandek mandek. Medeeeniii e dalan e....  Mata ku kebukak dan nyawa belum kumpul kabeh tanjakan dg kontur tanah pasir putih kayak pantai membuat ragu si sopir nampaknya.
Dari awal nanjak yakin sih, tapi sekitar 20 meter dilalui dan sudah hampir sampai finis tanjakan, sopir kok malah oper dobel gardan prosneleng nol daaaaaaaaannn mak pluuuruuuuuuuuuuutttttt sroooooooootttttttt hen hen tangi hen hennnnn bagun awassssss dueeeeeeerrrrr slep mobil mandek mlorot adoooh nendang tebing

Bersambung ono telpon le ngetik terganggu

Postingan populer dari blog ini

Bermain di Saat Usia Tak Muda Lagi

sejukkan hati, pikiran, keyakinan dan kenyataan Disaat era digital informasi dengan cepat akan tersebar luas dan disinilah peran manusia untuk mengendalikan sisi baik akan arus digital tersebut. Coba bayangkan, "jal bayangke disik ojo dilanjutkan membacanya, inget jangan buru buru lanjut baca" , wis rung? Nek uwis gek kathok'an ro klamben yaa, anduk'an ampun kesupen njeh . Siapa yang dulunya tahu bukit yang ditambang masyarakat bakal menjadi tujuan wisata diwilayah Prambanan. Coba tebak? Apa namanya tempat itu? Yak, betul anda benar. Loh, padahal sik lagi mbaca iki blm jawab silak kesusu lanjutin . Ngaku wae.... Tak hanya itu saja, namun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ini begitu banyak tempat wisata yang dulunya tersembunyi namun bisa begitu mudah dikenal dengan cepat oleh anak muda dan keluarga, hal tersebut tak lepas atas dukungan era digital. Sik maune tuku cilok ndadak ke warung, sekarang tingal pencet sudah  nyeprot. Hahahaaa... Disaat berkunjung...

Kembali Menulis Dikala Ramadhan 2024

Perenungan hebat dibalik ruang yang gelap hari ini. Pagi ini adalah hari Jum'at dan tepat hari ini adalah hari Jum'at sebelum memasuki moment Ramadhan ditahun 2024. Tak terasa lagi Minggu depan sudah memasuki awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan dan penuh Maghfiroh. Harapan besar umat Muslim adalah bertemu dari awal dan sampai akhir bulan Ramadhan, namun yang tak kalah penting adalah bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengumpulkan ibadah-ibadah Sunnah ataupun wajib. Sudah sekian lama jari ini tidak menuliskan sebuah moment-moment, semangat itu luntur lantaran file sebuah perjalanan dipedalaman Kalimantan hilang tidak bisa dikembalikan. Namun, pada hari ini harapan besar itu muncul supaya dapat menari kembali jari jari ini dengan sebuah catatan. Catatan yang mungkin tidak berguna untuk semua.  Melihat sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, maka dengan Bismillahirrahmanirrahim mari kita catatkan moment-moment dibulan Ramadhan 2024 ini. Sebelum memas...

Pa, Aku Demam Besok Sekolah Ya...

Malam ini sepulang dari berjelajah Jogja saya memberi makan kambing yang sudah berteriak karena masih kelaparan. Satu karung rumput habis dilahap oleh sepuluh ekor kambing didalam kandang.  Selesainya bergegas bersih bersih badan dan ternyata si bocil masih belum tidur. Jam sudah menunjukkan  pukul sembilan malam, si bocil ngumpet didalam selimut tanpa kelihatan sehelai rambut pun. Dalam hati pasti ngajak becanda ini bocil. Mencoba menanggapi becandaan bocil dengan saya bicara, ma zaki dimana ma? Kok gak ada? Baru main sama karin, ira atau papan ma? Tak cari dia kerumahnya ya...  Suara kecil muncul dari balik selimut itu, dan dibuka lah selimut dari tubuhnya sambil menutupi keningnya.  Terlihat warna putih tidak dapat di tutup oleh tangan kecilnya. Ya, masih kelihatan. Pa.... Aku panas, lantas ku dekati tidurnya sambil memijat kaki perlahan. Saya sendiri biasa kalau demam rasanya kaki pegal dan perlu pijatan.  Sambil ku pijat dan elus kepala, bocil c...