Langsung ke konten utama

Merajut Cinta Bunda dari Salatiga



Dikala ada sebuah niat, usaha dan ridho dari Allah maka apapun itu akan mustahil untuk gagal. Perjalanan  yang cukup memakan waktu, kurang lebih 82 KM dari sebuah kota Salatiga menuju Sleman Yogyakarta. Fisik yang sudah sedikit berkurang dikala perjalanan sedikit nampak jelas terlihat oleh anak-anak TK Paud Lebah Putih sesaat setelah turun dari tiga bis besar.

Welcome drink and snack sudah tersedia dengan rapi, air panas sedikit demi sedikit keluar dari jumbo menuju gelas para bunda dan ayahanda. Tiga puluh menit dimanfaatkan untuk  beradaptasi kondisi dinginnya Desa Wisata Pulesari dengan teh dan makanan tradisional. Kamar mandi sedikit menjadi perhatian anak-anak yang tak tahan untuk segera mengunjunginya.Seeeeeeelamaaat pagi, salam dari kami untuk selalu Berdasi Is Everyday (Berbagi Dengan Senang Hati) "Pak Ruri Satria Berdasi" tatkala say hello kepada seluruh tamu. 

Cinta menurut sebagian orang sering membuat galau, hal tersebut sama dengan perasaan bunda dan ayah pagi itu "mungkin". Bagaimana tidak, waktu sudah begitu siang dan terik matahari menghantui mereka dan ingin segera bergegas menuju sungai untuk mendinginkan suasana. Pak Ruri dan Pak Ikhsan mengajak seluruh peserta untuk berdoa supaya hujan rintik-rintik itu hanya dirasakan ditubuh putra putrinya. 

Seharian ini bunda dan ayah bakal mendidik dan mendekatkan diri dengan sang buah hati. Ternyata ada juga beberapa anak yang malah mlayu-mlayu tidak mau, "Bun, buunda itu anak siapa e kok diajak belajar susah, jangan kaget lho bun kalau ternyata besok biaya SPP naik" lha mulang ki rekoso je. 

pelukan dan usapan dari para orang tua kepada anaknya yang masih kecil itu akan mempermudah pesan yang akan bunda sampaikan.





















Postingan populer dari blog ini

Bermain di Saat Usia Tak Muda Lagi

sejukkan hati, pikiran, keyakinan dan kenyataan Disaat era digital informasi dengan cepat akan tersebar luas dan disinilah peran manusia untuk mengendalikan sisi baik akan arus digital tersebut. Coba bayangkan, "jal bayangke disik ojo dilanjutkan membacanya, inget jangan buru buru lanjut baca" , wis rung? Nek uwis gek kathok'an ro klamben yaa, anduk'an ampun kesupen njeh . Siapa yang dulunya tahu bukit yang ditambang masyarakat bakal menjadi tujuan wisata diwilayah Prambanan. Coba tebak? Apa namanya tempat itu? Yak, betul anda benar. Loh, padahal sik lagi mbaca iki blm jawab silak kesusu lanjutin . Ngaku wae.... Tak hanya itu saja, namun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ini begitu banyak tempat wisata yang dulunya tersembunyi namun bisa begitu mudah dikenal dengan cepat oleh anak muda dan keluarga, hal tersebut tak lepas atas dukungan era digital. Sik maune tuku cilok ndadak ke warung, sekarang tingal pencet sudah  nyeprot. Hahahaaa... Disaat berkunjung...

Kembali Menulis Dikala Ramadhan 2024

Perenungan hebat dibalik ruang yang gelap hari ini. Pagi ini adalah hari Jum'at dan tepat hari ini adalah hari Jum'at sebelum memasuki moment Ramadhan ditahun 2024. Tak terasa lagi Minggu depan sudah memasuki awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan dan penuh Maghfiroh. Harapan besar umat Muslim adalah bertemu dari awal dan sampai akhir bulan Ramadhan, namun yang tak kalah penting adalah bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengumpulkan ibadah-ibadah Sunnah ataupun wajib. Sudah sekian lama jari ini tidak menuliskan sebuah moment-moment, semangat itu luntur lantaran file sebuah perjalanan dipedalaman Kalimantan hilang tidak bisa dikembalikan. Namun, pada hari ini harapan besar itu muncul supaya dapat menari kembali jari jari ini dengan sebuah catatan. Catatan yang mungkin tidak berguna untuk semua.  Melihat sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, maka dengan Bismillahirrahmanirrahim mari kita catatkan moment-moment dibulan Ramadhan 2024 ini. Sebelum memas...

Pa, Aku Demam Besok Sekolah Ya...

Malam ini sepulang dari berjelajah Jogja saya memberi makan kambing yang sudah berteriak karena masih kelaparan. Satu karung rumput habis dilahap oleh sepuluh ekor kambing didalam kandang.  Selesainya bergegas bersih bersih badan dan ternyata si bocil masih belum tidur. Jam sudah menunjukkan  pukul sembilan malam, si bocil ngumpet didalam selimut tanpa kelihatan sehelai rambut pun. Dalam hati pasti ngajak becanda ini bocil. Mencoba menanggapi becandaan bocil dengan saya bicara, ma zaki dimana ma? Kok gak ada? Baru main sama karin, ira atau papan ma? Tak cari dia kerumahnya ya...  Suara kecil muncul dari balik selimut itu, dan dibuka lah selimut dari tubuhnya sambil menutupi keningnya.  Terlihat warna putih tidak dapat di tutup oleh tangan kecilnya. Ya, masih kelihatan. Pa.... Aku panas, lantas ku dekati tidurnya sambil memijat kaki perlahan. Saya sendiri biasa kalau demam rasanya kaki pegal dan perlu pijatan.  Sambil ku pijat dan elus kepala, bocil c...