Langsung ke konten utama

Pa, Aku Demam Besok Sekolah Ya...

Malam ini sepulang dari berjelajah Jogja saya memberi makan kambing yang sudah berteriak karena masih kelaparan. Satu karung rumput habis dilahap oleh sepuluh ekor kambing didalam kandang. 

Selesainya bergegas bersih bersih badan dan ternyata si bocil masih belum tidur. Jam sudah menunjukkan  pukul sembilan malam, si bocil ngumpet didalam selimut tanpa kelihatan sehelai rambut pun. Dalam hati pasti ngajak becanda ini bocil. Mencoba menanggapi becandaan bocil dengan saya bicara, ma zaki dimana ma? Kok gak ada? Baru main sama karin, ira atau papan ma? Tak cari dia kerumahnya ya... 

Suara kecil muncul dari balik selimut itu, dan dibuka lah selimut dari tubuhnya sambil menutupi keningnya. 

Terlihat warna putih tidak dapat di tutup oleh tangan kecilnya. Ya, masih kelihatan. Pa.... Aku panas, lantas ku dekati tidurnya sambil memijat kaki perlahan. Saya sendiri biasa kalau demam rasanya kaki pegal dan perlu pijatan. 

Sambil ku pijat dan elus kepala, bocil cerita tanpa henti. Pa besok sekolah ya? Iya nak.. Pa, besok papa pergi kemana lagi? Pa.. Bu guru itu teman papa ya? Dari banyak pertanyaan itu, saya jawab dan saya cari tahu supaya si bocil terbiasa memecahkan masalah. 

Tak lupa ia bercerita saat pagi tadi di sekolah, dia tidak ikut senam katanya dan bercerita kalau buang sampah plastik ditempat warna biru, kalau buang botol disekolah ditempat warna merah. 

Seminggu sudah bocil masuk sekolah kelas Paud, dia kebagian dikelas kupu kupu dan katanya besok pagi mau bilang sama buguru sambil mempraktikkan. Bu guru, saya bisa nyanyi kelas kupu kupu lho... Gimana nak, (jawabku) kupu kupu terbang melayang, aku lucu banyak yang sayang... 

Seminggu sekolah lepas libur panjang ternyata ada efek ngak ngek. Namun, men doktrin bocil supaya tetap senang dan tidak takut harus ku lakukan. Bahwasanya rutinitas itu bukan sekolaj supaya tidak membebani. Namun, bermain di sekolah. 

Walau kondisi sakit besok tetap bermain di sekolah ya nak, besok papa rapat di Berbah dulu, mama acara di kalurahan dan besok yang jemput mama kok. Tapi mama jangan lama lama jemputnya (sahut bocil) sambil memeluk mamanya. 
Lagu lagu ku lantunkan dan murotal ku dengarkan, dengan suara lirih ku motivasi sampai akhirnya bocil tidur sambil berdengkur karena pilek menyumbat nafasnya. 

Selasa, 22 Juli 2025

Postingan populer dari blog ini

Bermain di Saat Usia Tak Muda Lagi

sejukkan hati, pikiran, keyakinan dan kenyataan Disaat era digital informasi dengan cepat akan tersebar luas dan disinilah peran manusia untuk mengendalikan sisi baik akan arus digital tersebut. Coba bayangkan, "jal bayangke disik ojo dilanjutkan membacanya, inget jangan buru buru lanjut baca" , wis rung? Nek uwis gek kathok'an ro klamben yaa, anduk'an ampun kesupen njeh . Siapa yang dulunya tahu bukit yang ditambang masyarakat bakal menjadi tujuan wisata diwilayah Prambanan. Coba tebak? Apa namanya tempat itu? Yak, betul anda benar. Loh, padahal sik lagi mbaca iki blm jawab silak kesusu lanjutin . Ngaku wae.... Tak hanya itu saja, namun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ini begitu banyak tempat wisata yang dulunya tersembunyi namun bisa begitu mudah dikenal dengan cepat oleh anak muda dan keluarga, hal tersebut tak lepas atas dukungan era digital. Sik maune tuku cilok ndadak ke warung, sekarang tingal pencet sudah  nyeprot. Hahahaaa... Disaat berkunjung...

Kembali Menulis Dikala Ramadhan 2024

Perenungan hebat dibalik ruang yang gelap hari ini. Pagi ini adalah hari Jum'at dan tepat hari ini adalah hari Jum'at sebelum memasuki moment Ramadhan ditahun 2024. Tak terasa lagi Minggu depan sudah memasuki awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan dan penuh Maghfiroh. Harapan besar umat Muslim adalah bertemu dari awal dan sampai akhir bulan Ramadhan, namun yang tak kalah penting adalah bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengumpulkan ibadah-ibadah Sunnah ataupun wajib. Sudah sekian lama jari ini tidak menuliskan sebuah moment-moment, semangat itu luntur lantaran file sebuah perjalanan dipedalaman Kalimantan hilang tidak bisa dikembalikan. Namun, pada hari ini harapan besar itu muncul supaya dapat menari kembali jari jari ini dengan sebuah catatan. Catatan yang mungkin tidak berguna untuk semua.  Melihat sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, maka dengan Bismillahirrahmanirrahim mari kita catatkan moment-moment dibulan Ramadhan 2024 ini. Sebelum memas...