Langsung ke konten utama

Gelisah Jiwa dan Raga untuk KenDzaki

Pagi ini rasa tampak gelisah merundung dalam rasa jiwa dan raga, waktu pun berjalan sampai adzan dhuhur  berkumandang, rasa gelisah masih melanda.

Tugas yang harus di ikuti selama lima hari dari pagi sampai dengan sore, nampak terjadi perbedaan. Perbedaan tersebut muncul di hari terakhir Sabtu, 07 Agustus 2021. Sebuah kegelisahan yang muncul dalam rasa jiwa dan raga. 
Waktu istirahat pun tiba, menikmati hidangan yang tersaji pun tak kuat, namun tetiba langkah kaki berjalan di lorong lorong ruang kelas SMK N 2 Yogyakarta. Tibalah di mushola Al Kautsar, walau sempat lupa jalan. 

Selepas empat rakaat selesai pun masih betah untuk mengistirahatkan badan di atas karpet tebal warna merah. 

Hilir mudik peserta berjamaah dhuhur laki-laki, perempuan, tua muda bahkan siswa SMK dan guru. Kegelisahan itu masih kencang terasa.

Hp berdering WA pun  masuk, sebuah Vidio yang dalam hati "kok tumben Khansa kirim Vidio" . Klik download Vidio dan coba play, terdengar shalawat nabi "Ya Nabi salam Alaila, ya Rassul salam Alaika...." Air mata tak kuasa tertahan, rasa ucap syukur khidmad doa dan ditutup Al-Fatihah untuk sang buah hati, keluarga dan elemen yang sudah membantu prosesi Aqiqoh putra pertama kami "Haidar Ali Ghanim DZZAKI" 
Maafkan saya nak, saya belum ada di samping dalam mendoakan, memotong rambut pertama kamu. Namun, doa saya, rasa saya terucap untuk kamu nak, untuk istri, keluarga semua 

Jadilah putra yang Sholih, putra yang sehat kuat jasmani dan rohani, putra yang sabar, putra yang bermanfaat untuk Agama keluarga Masyarakat Nusa dan Bangsa. Jika kelak tumbuh besar rendah hatilah nak, rangkul semua elemen tanpa memandang apapun. Bantulah semua orang dan yang paling utama Ibadahlah yang baik.

Ditulis dalam gelisah gundah dan haru
Mushola SMK N 2 Yogyakarta
07 Agustus 2021

Postingan populer dari blog ini

Bermain di Saat Usia Tak Muda Lagi

sejukkan hati, pikiran, keyakinan dan kenyataan Disaat era digital informasi dengan cepat akan tersebar luas dan disinilah peran manusia untuk mengendalikan sisi baik akan arus digital tersebut. Coba bayangkan, "jal bayangke disik ojo dilanjutkan membacanya, inget jangan buru buru lanjut baca" , wis rung? Nek uwis gek kathok'an ro klamben yaa, anduk'an ampun kesupen njeh . Siapa yang dulunya tahu bukit yang ditambang masyarakat bakal menjadi tujuan wisata diwilayah Prambanan. Coba tebak? Apa namanya tempat itu? Yak, betul anda benar. Loh, padahal sik lagi mbaca iki blm jawab silak kesusu lanjutin . Ngaku wae.... Tak hanya itu saja, namun Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat ini begitu banyak tempat wisata yang dulunya tersembunyi namun bisa begitu mudah dikenal dengan cepat oleh anak muda dan keluarga, hal tersebut tak lepas atas dukungan era digital. Sik maune tuku cilok ndadak ke warung, sekarang tingal pencet sudah  nyeprot. Hahahaaa... Disaat berkunjung...

Kembali Menulis Dikala Ramadhan 2024

Perenungan hebat dibalik ruang yang gelap hari ini. Pagi ini adalah hari Jum'at dan tepat hari ini adalah hari Jum'at sebelum memasuki moment Ramadhan ditahun 2024. Tak terasa lagi Minggu depan sudah memasuki awal bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan dan penuh Maghfiroh. Harapan besar umat Muslim adalah bertemu dari awal dan sampai akhir bulan Ramadhan, namun yang tak kalah penting adalah bisa memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mengumpulkan ibadah-ibadah Sunnah ataupun wajib. Sudah sekian lama jari ini tidak menuliskan sebuah moment-moment, semangat itu luntur lantaran file sebuah perjalanan dipedalaman Kalimantan hilang tidak bisa dikembalikan. Namun, pada hari ini harapan besar itu muncul supaya dapat menari kembali jari jari ini dengan sebuah catatan. Catatan yang mungkin tidak berguna untuk semua.  Melihat sebuah kesempatan yang tidak akan datang dua kali, maka dengan Bismillahirrahmanirrahim mari kita catatkan moment-moment dibulan Ramadhan 2024 ini. Sebelum memas...

Pa, Aku Demam Besok Sekolah Ya...

Malam ini sepulang dari berjelajah Jogja saya memberi makan kambing yang sudah berteriak karena masih kelaparan. Satu karung rumput habis dilahap oleh sepuluh ekor kambing didalam kandang.  Selesainya bergegas bersih bersih badan dan ternyata si bocil masih belum tidur. Jam sudah menunjukkan  pukul sembilan malam, si bocil ngumpet didalam selimut tanpa kelihatan sehelai rambut pun. Dalam hati pasti ngajak becanda ini bocil. Mencoba menanggapi becandaan bocil dengan saya bicara, ma zaki dimana ma? Kok gak ada? Baru main sama karin, ira atau papan ma? Tak cari dia kerumahnya ya...  Suara kecil muncul dari balik selimut itu, dan dibuka lah selimut dari tubuhnya sambil menutupi keningnya.  Terlihat warna putih tidak dapat di tutup oleh tangan kecilnya. Ya, masih kelihatan. Pa.... Aku panas, lantas ku dekati tidurnya sambil memijat kaki perlahan. Saya sendiri biasa kalau demam rasanya kaki pegal dan perlu pijatan.  Sambil ku pijat dan elus kepala, bocil c...